Pendampingan operasional tiga bulan, sembilan sesi. Data usaha Anda sendiri yang dibedah: harga pokok, biaya operasional, margin tiap produk, sampai keputusan harga berikutnya.
Sekitar 2 menit, tanpa komitmen mengikuti program. Untuk usaha beromzet mulai Rp 50 juta per bulan.
Dipercaya berbagai usaha F&B Sebagian usaha yang pernah mendapat pendampingan operasional.
Delecta
Sedop
Ladas
Yummy Pie
Rumah Kue Hany
Telaga Rizqy 21
WBN
Sabento
Ruwah Sari Laut
Biaya kecil yang berulang tiap hari tidak terasa satu per satu. Yang terasa cuma hasil akhirnya: untung tipis padahal order ramai.
Harga bahan bergerak tiap bulan, hitungan harga pokok masih pakai angka lama. Selisihnya kecil per porsi, besar per bulan.
Susut bahan, sisa potongan, porsi yang bergeser. Biaya sebenarnya lebih tinggi daripada biaya di atas kertas.
Kemasan, gas, minyak, tenaga, bahan pendukung. Kelihatan sepele sendiri-sendiri, baru terasa setelah dijumlah sebulan.
Angka penjualan ada. Tapi belum menjawab produk mana yang paling menghasilkan, kapan harga perlu naik, dan berapa batas aman menerima pesanan.
Menambah iklan memang menambah order. Selama empat hal di atas belum dibereskan, order yang lebih besar justru memperbesar selisihnya.
Ada dua jalan menaikkan laba. Program ini mengerjakan jalan yang kedua.
Jalan pertama
Perlu pasar, kapasitas, tim, dan modal tambahan. Hasilnya baru terbaca beberapa bulan kemudian.
Jalan kedua
Mulai dari HPP, pembelian, penyimpanan, takaran, produksi, dan harga jual. Memakai data yang sudah ada di dalam usaha.
Good operation, good revenue. Yang berubah lebih dulu biasanya margin, bukan omzet. Omzet menunjukkan besarnya usaha, margin menunjukkan sehat atau tidaknya.
Bukan kelas dengan angka contoh. Anda membawa data usaha sendiri: pembelian bahan, proses produksi, harga pokok, margin, sampai perkiraan biaya ke depan.
Harga pokok tiap produk dan struktur biayanya, per adonan maupun per porsi, dihitung sendiri tanpa menunggu orang lain.
Laba rugi, arus kas, dan neraca sederhana usaha sendiri, lalu mencocokkannya dengan yang terjadi di dapur.
Margin tiap produk, titik impas, bahan terbuang, dan perputaran stok. Ketahuan menu mana yang menghidupi usaha.
Kebutuhan bahan dan rencana produksi bulan depan, supaya belanja tidak lagi berdasar perkiraan kasar.
Harga bahan naik, harga jual disesuaikan, target laba diubah — dampaknya terlihat sebelum diputuskan.
Harga, produk, dan pembelian ditentukan dari angka usaha sendiri, bukan dari harga pesaing atau firasat.
Tiap tahap mengunci tahap berikutnya: tahu biayanya, tahu untungnya, tahu arahnya.
Petakan alur usaha dan struktur biayanya, lalu tetapkan harga pokok dan margin dengan angka yang benar.
Hasil bulan ini: HPP final dan peta biaya usaha
Hasil: peta operasional + struktur biaya
Hasil: template HPP + HPP per produk
Hasil: HPP final + produk yang menguntungkan
Hubungkan kenyataan di dapur dengan angka usaha, lalu urutkan mana yang paling layak diperbaiki lebih dulu.
Hasil bulan ini: analisa margin dan prioritas perbaikan
Hasil: paham laporan keuangan usaha sendiri
Hasil: analisa efisiensi + sumber pemborosan
Hasil: simulasi strategi laba usaha
Bergerak dari membaca kondisi hari ini menuju merencanakan kebutuhan, biaya, dan langkah berikutnya.
Hasil bulan ini: perkiraan kebutuhan, anggaran, dan rencana aksi
Hasil: perkiraan bahan baku + produksi
Hasil: proyeksi HPP + draf anggaran
Hasil: dashboard + proyeksi + rencana aksi
Tiga bulan itu bermuara ke satu hal: tahu apa yang harus dilakukan. Angka baru bernilai ketika ia mengubah keputusan.
Metode: coaching interaktif, workshop praktik langsung, bedah kasus usaha peserta, diskusi dan simulasi, serta pendampingan template. Konsultasi dan pendampingan dilakukan pada saat sesi coaching berlangsung.
Empat template dan satu dashboard. Dipakai langsung selama coaching, dan tetap menjadi milik usaha setelah program berakhir.
Harga pokok per adonan, per porsi, beserta marginnya. Dihitung ulang tiap harga bahan berubah.
Laba rugi, arus kas, dan analisa dasar dalam satu berkas yang bisa dibaca sendiri.
Perkiraan penjualan, kebutuhan bahan, dan rencana produksi ke depan.
Anggaran produksi, pembelian, dan operasional untuk beberapa bulan ke depan.
Margin, titik impas, dan efisiensi dalam satu layar. Dipakai sebagai bahan review tiap bulan.
Saya Vitra Aeiny, biasa dipanggil Pipit. Sebelas tahun saya bekerja di operasional F&B, melihat langsung bagaimana pembelian, produksi, pencatatan, dan keputusan pemilik saling memengaruhi laba.
Karena itu coaching ini tidak berhenti di saran, dan tidak masuk ke urusan merek atau strategi pasar. Kita bekerja memakai resep, nota belanja, catatan produksi, dan laporan usaha Anda sendiri.
Fokusnya satu: pemilik tahu apa yang sedang terjadi di dalam usahanya sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Berbasis di Bandar Lampung, mendampingi usaha F&B di berbagai kota di Indonesia. Kunjungan ke lokasi diatur sesuai kebutuhan, sisanya berjalan daring.
Empat hal ini sering terjadi setelah pendampingan berakhir. Semuanya dibereskan di dalam program, bukan diserahkan ke niat baik.
Template berhenti diisi di minggu ketiga
PenangkalnyaJadwal pengisian yang tetap, bukan “kalau sempat”.
HPP tidak diperbarui saat harga bahan naik
PenangkalnyaBatas kenaikan harga bahan yang memicu hitung ulang, ditetapkan sendiri oleh pemilik.
Semua data dipegang pemilik sendirian
PenangkalnyaSatu orang di tim dilatih mengisi data harian.
Harga kembali ditentukan pakai firasat
PenangkalnyaDashboard dibaca rutin tiap bulan sebagai bahan keputusan.
Lebih baik tahu dari sekarang daripada kecewa di bulan kedua.
Nilai investasi mengikuti ruang lingkup pendampingan dan kondisi data usaha yang perlu dibereskan. Setelah konsultasi awal, Anda menerima penawaran tertulis berisi biaya, cakupan, jadwal, dan hasil yang dikerjakan — lengkap, sebelum memutuskan ikut atau tidak.
Enam jam per sesi, sembilan kali pertemuan. Totalnya 54 jam. Sesinya panjang karena bukan hanya mendengarkan materi: sebagian besar waktu dipakai mengerjakan data usaha Anda sendiri di tempat.
Bisa. Pendampingan berjalan untuk usaha di berbagai kota, dan sebagian besar prosesnya memang daring. Kunjungan ke lokasi diatur sesuai kebutuhan. Pengaturannya kita bicarakan di konsultasi awal.
Konsultasi dan pendampingan dilakukan pada saat sesi coaching berlangsung. Karena sesinya enam jam dan berlangsung sembilan kali, ruang untuk membedah kasus usaha Anda sudah cukup lapang di dalam sesi.
Tidak perlu mahir spreadsheet. Rumusnya sudah disiapkan di dalam template. Yang dipelajari cara mengisi, membaca, dan memakai hasilnya untuk mengambil keputusan. Pendampingan pemakaian template berlangsung selama sesi.
Resep, harga beli, daftar pemasok, dan angka penjualan adalah data usaha Anda. Data tersebut diperlakukan sebagai informasi rahasia dan tidak dibagikan ke luar program pendampingan. Bila diperlukan, kesepakatan kerahasiaan dapat dibuat tertulis sebelum program dimulai.
Sebagian besar pendampingan bisnis berhenti di strategi, target, dan rencana. Yang saya kerjakan justru di bawahnya: timbangan, kartu stok, takaran, dan lembar biaya. Kalau konsultan Anda sudah masuk sampai ke sana, kemungkinan besar Anda tidak butuh saya.
Isi kondisi usaha Anda sebentar, lalu kita bicara langsung lewat WhatsApp. Dari situ ketahuan apakah program ini memang yang Anda butuhkan.
Sekitar 2 menit. Tanpa komitmen mengikuti program.
Enam jawaban singkat. Coach Pipit melihat dulu apakah kondisi usaha Anda sesuai dengan fokus program, sebelum percakapan dilanjutkan di WhatsApp.